Cari Blog Ini

Sabtu, 01 Desember 2012

puisi lamaku

puisi lamaku yang sudah ku posting di multiply-ku


Darah itu



Hatiku merindu

pada angin yang bertiup

mengabarkan kehidupan

Mengantar sepucuk senapan

Ke bumi berdarah

Mengabarkan kegembiraan

Pada darah2 yang bercucuran

Dari raga syuhada

Darah anyir mewangi

Menuju firdaus yang abadi

Yang mengalir di bawahnya sungai2

Yang tiada pernah kekeringan

Menangislah kehidupan

Kehilangan seorang

Tapi dia tersenyum bahagia

Telah sampai tujuannya

Cita2 syahidnya




Ku cari



Ingin ku tau

Tentang sebuah kepastian

beku tak ada jawaban



kucari lagi

Katanya ada pada takdirku

Tak jua kutemukan takdir itu



Maka ku tanya usahaku

Dia menuntunku ke titik jauh

Katanya disanalah takdir itu

“Di ujung usaha manusia”



innallooha laa yughoyyiru maa bi qoumin hattaa yughoyyiruu maa bi anfusihim (ar-ra’du 11)



Ingin lagi ku tau tentang kematian

Lagi2 katanya itu ada pada takdirku



Kutanya pada usahaku

Dia tak tau



Lalu kudengar jawaban entah dari mana

“setiap manusia sedang antri menunggu ajalnya”



innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun




Ijinkan
kerontang air mata ini

tiada tersisa tuk tangisi perih



Ijinkan Ku nikmati luka ini

hingga hilang basahnya

Menguap tinggalkan kering



Ku baui anyir darahnya

Hingga wangi menjelang



Ku amati merahnya

Hingga kulit ari menghampiri



Allohumma ij’alnaa minal mukhlashin ya rabb

terima kasih sudah membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tulis komentar di sini